Wisata sejarah ke makam tokoh terkenal di Paris biasanya berpusat di tiga pemakaman besar: Père-Lachaise, Montparnasse, dan Montmartre. Ketiganya buka gratis setiap hari dan bisa dicapai dengan metro, jadi kamu tidak perlu tur berpemandu untuk mulai menelusuri. Cukup bawa peta lokasi makam, sepatu nyaman, dan waktu sekitar dua sampai tiga jam per lokasi.
Kenapa Pemakaman Jadi Tujuan Wisata di Paris
Orang Paris memperlakukan pemakaman kota seperti taman. Warga datang untuk jalan pagi, membaca buku di bangku, atau memberi makan burung. Suasananya tenang, rindang, dan jauh dari keramaian pusat kota. Karena itu, banyak pelancong memasukkan satu pemakaman ke dalam itinerary mereka tanpa merasa sedang berziarah.
Yang membuat ketiganya menarik adalah penghuninya. Di sini dimakamkan penulis, musisi, pelukis, ilmuwan, dan tokoh politik yang karyanya kamu kenal. Melihat nama di batu nisan sering memicu rasa penasaran yang tidak muncul saat membaca ensiklopedia.
Père-Lachaise: Pemakaman Paling Ramai Dikunjungi
Père-Lachaise berada di arondisemen ke-20 dan merupakan pemakaman terbesar di dalam kota Paris. Luasnya sekitar 44 hektare dengan jalur berbatu yang naik turun, jadi siapkan tenaga lebih. Ambil peta gratis di pintu masuk atau unduh peta digital sebelum berangkat karena sinyal di beberapa sudut cukup lemah.
Beberapa makam yang paling sering dicari:
- Jim Morrison, vokalis The Doors, di Divisi 6. Pagarnya sering dipenuhi pengunjung, jadi datanglah pagi.
- Oscar Wilde di Divisi 89, dengan monumen berukir malaikat yang sempat dipasangi penghalang kaca karena banyak dicium pengunjung.
- Frédéric Chopin di Divisi 11, dikelilingi patung muse yang memegang kecapi.
- Édith Piaf di Divisi 97, salah satu makam paling sering ditaburi bunga.
- Marcel Proust di Divisi 85, dekat dengan keluarga besar yang membesarkannya.
Rute paling efisien adalah mulai dari pintu utama di Boulevard de Ménilmontant, lalu telusuri Divisi 6, 11, 85, 89, dan 97. Kalau kaki mulai lelah, ada beberapa bangku di sepanjang jalur utama dan toilet umum di dekat pintu.
Cara ke Père-Lachaise
Naik metro jalur 2 atau 3 dan turun di stasiun Père Lachaise, atau jalur 2 ke stasiun Philippe Auguste yang lebih dekat ke pintu samping. Naik bus 61 dan 69 juga bisa. Pemakaman buka setiap hari, dengan jam yang berubah mengikuti musim.
Montparnasse: Makam Seni dan Sastra
Pemakaman Montparnasse di arondisemen ke-14 jauh lebih kecil dan lebih rapi dibanding Père-Lachaise. Jalurnya lebar dan datar, cocok untuk kamu yang ingin berjalan santai tanpa medan menanjak. Suasananya lebih sepi, jadi kamu bisa berdiri lama di depan satu makam tanpa terganggu orang lewat.
Beberapa nama yang dimakamkan di sini antara lain penulis Guy de Maupassant, Simone de Beauvoir, dan Jean-Paul Sartre yang dimakamkan dalam satu liang. Ada juga Serge Gainsbourg yang makamnya sering ditaburi kertas bertuliskan puisi atau lirik lagu oleh penggemar. Penulis kelahiran Amerika, Susan Sontag, juga dimakamkan di sini.
Masuk dari pintu utama di Boulevard Edgar Quinet, dekat stasiun metro Edgar Quinet. Dari situ, makam besar di dekat pintu biasanya jadi titik orientasi. Bawa peta karena banyak jalur bercabang dengan nama serupa.
Montmartre: Pemakaman Kecil dengan Sejarah Revolusi
Pemakaman Montmartre terletak di arondisemen ke-18, tersembunyi di balik jalanan berbukit kawasan Montmartre. Meski kecil, tempat ini punya nilai sejarah tinggi karena menjadi lokasi beberapa peristiwa pada masa Komune Paris. Banyak tokoh seni dan penulis dimakamkan di sini, termasuk penari dan pelukis era Belle Époque.
Kalau kamu sedang berjalan-jalan di sekitar Sacré-Cœur atau Place du Tertre, mampir ke sini butuh waktu sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki. Kombinasikan dengan sarapan di kafe sekitar sebelum pemakaman ramai.
Cara ke Montmartre
Turun di stasiun metro Blanche atau Place de Clichy, lalu jalan kaki sekitar lima sampai sepuluh menit. Jalurnya menanjak, jadi kalau membawa koper atau kereta bayi, pertimbangkan rute dari sisi Place de Clichy yang lebih landai.
Tips Praktis Sebelum Berangkat
- Pakai sepatu dengan sol karet. Jalur Père-Lachaise berbatu dan licin setelah hujan.
- Bawa air minum. Warung di dalam pemakaman hampir tidak ada, terutama di Montparnasse.
- Datang pagi sebelum pukul 10.00 kalau ingin suasana tenang dan cahaya bagus untuk memotret.
- Jaga suara. Beberapa pengunjung datang untuk berziarah, jadi hindari mengobrol keras atau memutar musik.
- Perhatikan jam tutup gerbang. Petugas akan menutup pintu tepat waktu, dan kamu tidak ingin terjebak di dalam.
- Gunakan peta resmi atau aplikasi peta offline karena banyak jalur tidak bernama dan penanda makam mudah terlewat.
- Hindari menyentuh atau memindahkan benda di makam, termasuk batu, foto, dan bunga.
Untuk urusan transportasi, tiket metro harian atau kartu mingguan biasanya lebih hemat kalau kamu berencana mengunjungi lebih dari dua lokasi dalam satu hari. Cek juga kalender acara lokal karena beberapa pemakaman mengadakan tur tematik musiman yang dipandu sejarawan atau pemandu resmi kota.
Ringkasan
Ketiga pemakaman ini bisa dimasukkan ke satu hari perjalanan kalau kamu memulai pagi di Père-Lachaise, lanjut ke Montparnasse siang, dan menutup sore di Montmartre. Kalau waktumu terbatas, pilih satu saja dan telusuri dengan tenang. Pengalaman wisata sejarah ke makam tokoh terkenal di Paris lebih berkesan saat kamu tidak terburu-buru membaca nama dan tahun di setiap batu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pemakaman di Paris boleh dikunjungi wisatawan?
Boleh. Ketiga pemakaman ini terbuka untuk umum dan tidak memungut tiket masuk. Kamu hanya perlu mengikuti aturan setempat soal ketenangan, jam buka, dan larangan menyentuh makam.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Père-Lachaise?
Kalau hanya ingin melihat makam tokoh utama, dua jam cukup. Kalau ingin menyusuri seluruh divisi, siapkan tiga sampai empat jam karena medannya berbukit dan jalurnya panjang.
Apakah ada tur berpemandu di pemakaman ini?
Ada, biasanya diadakan pada musim tertentu dengan jadwal yang dipublikasikan oleh pengelola pemakaman atau kantor pariwisata kota. Kalau tidak ingin ikut tur, peta cetak di pintu masuk sudah cukup untuk navigasi mandiri.
