Close
Jalur setapak di pemakaman Paris dengan nisan batu dan bunga krisan di musim gugur

Makam Seniman di Paris: Rute Ziarah untuk Penggemar Sastra dan Lukis

Makam seniman di Paris tersebar di beberapa pemakaman besar seperti Père Lachaise, Montparnasse, dan Montmartre. Kalau kamu ingin ziarah ke nisan penyair atau pelukis yang karyanya kamu kagumi, artikel ini memberi rute dan cerita singkat di tiap perhentian.

Nisan seniman di Paris sering menjadi tempat meletakkan bunga, batu kecil, atau puisi tulisan tangan. Menyusuri makam-makam ini bisa jadi cara lain memahami sejarah seni kota itu tanpa harus masuk museum.

Père Lachaise: Makam Penyair Simbolis dan Penulis Dunia

Père Lachaise adalah pemakaman terbesar di Paris dan paling sering dikunjungi. Di sini ada makam Oscar Wilde, penulis The Picture of Dorian Gray, yang nisannya dihiasi patung malaikat dan sering dipenuhi bekas ciuman. Ada juga Marcel Proust, penulis In Search of Lost Time, yang dimakamkan bersama keluarganya.

Untuk penyair, ada nisan Guillaume Apollinaire, tokoh penting surealisme. Lokasinya tidak jauh dari pintu masuk utama, jadi bisa jadi perhentian pertama. Kalau kamu baru pertama kali ke sini, baca dulu panduan ke Pemakaman Père Lachaise untuk pemula supaya tidak tersesat.

Père Lachaise luasnya lebih dari 40 hektar. Siapkan waktu minimal dua jam kalau ingin melihat beberapa makam sekaligus. Peta gratis tersedia di pintu masuk, tapi sinyal ponsel di dalam area kadang lemah, jadi catat dulu lokasi yang ingin dituju.

Montparnasse: Jejak Para Penulis dan Filsuf

Pemakaman Montparnasse lebih kecil dan relatif sepi dibanding Père Lachaise. Di sini dimakamkan Jean-Paul Sartre dan Simone de Beauvoir, dua tokoh eksistensialisme yang makamnya berdampingan. Ada juga Susan Sontag, penulis dan kritikus budaya Amerika, serta Charles Baudelaire, penyair Les Fleurs du mal.

Montparnasse terasa lebih tenang. Banyak pengunjung datang hanya untuk membaca buku di bangku dekat makam Sartre. Kalau kamu suka suasana reflektif, tempat ini cocok. Untuk membandingkan pengalaman antara Père Lachaise dan Montmartre, lihat perbandingan Père Lachaise vs Montmartre.

Montmartre: Seniman Lukis dan Musik

Pemakaman Montmartre berada di kawasan perbukitan yang dulu menjadi tempat berkumpulnya pelukis dan musisi. Di sini ada makam Edgar Degas, pelukis impresionis yang terkenal dengan lukisan penari balet. Ada juga Adolphe Sax, penemu saksofon, dan Dalida, penyanyi legendaris Prancis.

Ukuran Montmartre tidak terlalu besar, jadi bisa dijelajahi dalam satu jam. Lokasinya dekat stasiun metro, dan kamu bisa mengikuti cara ke Pemakaman Montmartre naik metro agar tidak salah jalur. Setelah itu, kawasan Montmartre sendiri masih menyimpan banyak kafe tempat para seniman dulu berkumpul.

Rute Ziarah Sastra dan Seni dalam Satu Hari

Kalau waktu terbatas, kamu bisa menggabungkan dua pemakaman dalam sehari. Mulai pagi di Père Lachaise, lalu siang ke Montparnasse. Keduanya terhubung oleh jalur metro yang sama. Berikut urutan yang masuk akal:

  • 08.30: tiba di Père Lachaise, fokus ke makam Wilde, Proust, dan Apollinaire.
  • 11.30: keluar, makan siang di sekitar Rue des Martyrs atau area Bastille.
  • 13.30: lanjut ke Montparnasse, ziarah ke makam Sartre, Beauvoir, dan Baudelaire.
  • 16.00: jalan santai di sekitar Montparnasse, atau lanjut ke Montmartre kalau masih ada energi.

Rute ini tidak wajib diikuti persis. Sesuaikan dengan minatmu. Kalau kamu lebih suka sastra, habiskan lebih banyak waktu di Père Lachaise dan Montparnasse. Kalau lebih suka seni rupa, Montmartre bisa jadi prioritas.

Etika dan Tips Praktis Saat Ziarah

Ziarah ke makam seniman bukan sekadar jalan-jalan. Ada etika yang sebaiknya dipegang, misalnya tidak menginjak makam, tidak berisik, dan tidak meninggalkan sampah. Beberapa nisan memang jadi tempat meletakkan bunga atau batu, tapi jangan mencoret atau menempel apa pun.

Bawa air minum dan pakai sepatu nyaman karena jalannya berbatu. Pemakaman di Paris umumnya buka setiap hari, tapi jam tutupnya berbeda-beda tergantung musim. Cek dulu jadwalnya di situs resmi masing-masing pemakaman sebelum berangkat.

Untuk urusan etika yang lebih rinci, baca etika berkunjung ke makam tokoh terkenal di Paris. Kalau kamu baru pertama kali ziarah ke makam tokoh, ada juga tips wisata makam tokoh terkenal untuk pemula yang bisa jadi bekal.

Buat yang ingin memperluas perjalanan ke luar Prancis, bandara di Italia bisa jadi pintu masuk alternatif jika kamu terbang dari Asia dan ingin singgah dulu. Ada perbandingan bandara Italia untuk masuk yang bisa membantu merencanakan rute. Sementara itu, jika kamu mempertimbangkan tinggal di Kanada, ada perbandingan kota untuk musim dingin pertama yang relevan untuk persiapan pindah.

Ringkasan

Makam seniman di Paris menawarkan cara berbeda menikmati sejarah budaya kota. Père Lachaise, Montparnasse, dan Montmartre masing-masing punya karakter dan tokoh yang bisa kamu ziarahi. Rencanakan rute dengan cermat, hormati aturan setempat, dan sisakan waktu untuk merenung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah makam seniman di Paris bisa dikunjungi gratis?

Umumnya ya, masuk ke pemakaman di Paris tidak dikenakan biaya. Beberapa acara khusus atau tur berpemandu mungkin berbayar, tapi kunjungan mandiri ke makam tokoh gratis.

Berapa lama waktu yang ideal untuk ziarah ke makam seniman?

Untuk satu pemakaman besar seperti Père Lachaise, sediakan 2-3 jam. Kalau menggabungkan dua pemakaman, sebaiknya alokasikan setengah hari hingga sehari penuh.

Apakah boleh membawa bunga untuk diletakkan di makam?

Boleh, dan itu kebiasaan yang umum. Letakkan bunga di tempat yang disediakan atau di kaki nisan tanpa mengganggu area sekitar.