Pemakaman Père Lachaise di arondisemen ke-20 Paris memiliki luas lebih dari 40 hektare tanah berbukit, sekitar 70.000 makam, dan dikunjungi puluhan ribu orang setiap pekan. Bagi kunjungan pertama, tantangannya bukan kurangnya tempat menarik, melainkan terlalu banyak pilihan. Panduan pemakaman Père Lachaise untuk pemula ini menyusun urutan yang masuk akal agar kamu tidak berjalan berputar-putar selama tiga jam.
Masuk lewat gerbang mana
Terdapat empat pintu masuk utama, tetapi dua yang paling sering digunakan wisatawan: Porte du Père Lachaise di Boulevard de Ménilmontant (dekat stasiun Métro Père Lachaise, jalur 2 dan 3) dan Porte Gambetta di ujung timur (Métro Gambetta, jalur 3).
Jika tujuan utamamu makam Jim Morrison, Oscar Wilde, dan Chopin, masuk dari Porte Gambetta lebih hemat energi. Gerbang ini berada di bagian atas bukit, sehingga kamu berjalan menurun, bukan mendaki. Banyak orang menyesal masuk dari Ménilmontant lalu harus naik tangga dan jalan setapak berbatu sambil membawa tas.
Peta kertas tersedia gratis di kantor konservasi dekat pintu masuk utama. Ambil satu meski kamu sudah punya peta digital, karena sinyal di dalam kompleks kadang lemah di antara pepohonan rimbun dan dinding makam tinggi.
Rute setengah hari yang tidak melelahkan
Rencana berikut memakan waktu sekitar 2,5 sampai 3 jam dengan kecepatan santai, dan mencakup sebagian besar nama yang paling sering dicari. Titik awal: Porte Gambetta.
- Oscar Wilde (Divisi 89). Makamnya dekat pintu masuk Gambetta, jadi cocok dijadikan pemberhentian pertama sebelum kaki capek. Patungnya sempat dipasangi penghalang kaca karena kebiasaan pengunjung mencium dengan lipstik.
- Gertrude Stein (Divisi 94), beberapa langkah dari Wilde.
- Frédéric Chopin (Divisi 11). Jalannya menurun cukup curam, hati-hati saat hujan karena batu bisa licin.
- Jim Morrison (Divisi 6). Salah satu makam paling ramai; pagarnya dijaga dan sering ada pengunjung berkerumun.
- Marcel Proust (Divisi 85) dan Honoré de Balzac (Divisi 48) bagi yang masih punya tenaga.
Kalau kamu ingin konteks lebih luas soal makam tokoh lain di Paris, ada baiknya membaca dulu wisata sejarah ke makam tokoh terkenal di Paris sebelum menyusun rencana harian.
Waktu terbaik berkunjung
Pagi hari antara pukul 08.30 dan 10.00 paling nyaman. Wisatawan rombongan belum datang, cahaya masih lembut untuk memotret, dan udara belum panas. Akhir pekan siang jauh lebih ramai, terutama di sekitar makam Morrison.
Musim gugur memberi warna daun yang bagus, tapi juga hujan lebih sering. Kalau datang saat musim dingin, ingat bahwa banyak jalan setapak tidak diberi garam dan bisa beku.
Pemakaman ini masih berfungsi sebagai tempat pemakaman aktif. Kalau kebetulan ada prosesi pemakaman, berhenti sejenak dan beri jalan. Jangan memotret keluarga yang sedang berduka.
Jam buka dan tiket
Masuk gratis. Jam buka berubah mengikuti musim, umumnya lebih panjang saat musim panas dan lebih pendek saat musim dingin, dengan penutupan sekitar pukul 17.30 sampai 18.00. Gerbang mulai ditutup sekitar 15 sampai 30 menit sebelum jam resmi, dan petugas akan menelusuri area untuk mengingatkan pengunjung.
Jangan mengandalkan jadwal yang kamu baca di internet bertahun-tahun lalu. Cek situs resmi kota Paris atau telepon kantor pemakaman beberapa hari sebelum berangkat, karena jam bisa berubah pada hari libur nasional.
Yang perlu dibawa dan dipakai
- Sepatu dengan sol karet. Jalannya berbatu, sebagian menanjak, dan licin setelah hujan.
- Air minum. Kios di dalam kompleks terbatas, dan harga di sekitar gerbang lebih mahal.
- Peta kertas atau peta offline di ponsel. Jangan bergantung pada sinyal.
- Jaket tipis untuk pagi dan sore, karena area berbukit lebih dingin daripada jalanan kota.
- Uang tunai kecil untuk toilet umum dan kios di dekat gerbang.
Boleh membawa kamera. Tripod dan drone tidak diizinkan tanpa izin khusus. Foto untuk keperluan komersial atau pengambilan gambar profesional butuh surat izin dari kantor pemakaman.
Etika selama berkunjung
Ada beberapa hal sederhana yang membuat kunjunganmu nyaman sekaligus tidak mengganggu orang lain.
- Jangan menyentuh, duduk di atas, atau memindahkan bunga dan batu nisan.
- Turunkan volume suara, terutama saat ada orang berziarah.
- Jangan membuang sampah sembarangan; tempat sampah tersedia di beberapa titik utama.
- Kucing-kucing liar di kompleks ini bukan peliharaan; jangan memberi makan berlebihan.
Menggabungkan dengan kawasan sekitar
Setelah selesai, kawasan Ménilmontant dan Belleville berada dalam jarak jalan kaki. Ada banyak kafe kecil dan toko roti untuk makan siang tanpa harus kembali ke pusat kota. Kalau masih punya waktu, Rue des Pyrénées dan area sekitar Place Gambetta enak untuk berjalan santai tanpa keramaian.
Untuk pengunjung yang ingin membandingkan suasana pemakaman lain seperti Montmartre atau Montparnasse, panduan wisata sejarah makam tokoh terkenal di Paris bisa jadi titik awal sebelum memutuskan mana yang mau didatangi lebih dulu.
Ringkasan
Masuk dari Porte Gambetta, ikuti rute menurun ke makam Wilde, Stein, Chopin, dan Morrison, lalu keluar lewat Ménilmontant untuk makan siang. Datang pagi, bawa air, pakai sepatu bersol karet, dan siapkan sekitar tiga jam. Segitu sudah cukup untuk kunjungan pertama yang menyenangkan tanpa kaki pegal berlebihan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah perlu bayar tiket masuk?
Tidak. Pemakaman Père Lachaise terbuka untuk umum tanpa biaya. Wisata berpemandu berbayar tersedia, tapi bukan keharusan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keliling?
Untuk rute singkat berisi makam utama, siapkan 2 hingga 3 jam. Kalau ingin menyusuri seluruh area, perlu setengah hari lebih dan stamina berjalan yang cukup.
Bolehkah membawa anak kecil atau kursi roda?
Anak kecil boleh, tapi jalan berbatu dan menanjak menyulitkan kereta dorong. Kursi roda bisa lewat di beberapa jalur utama, tapi banyak jalan setapak sempit dan berundak sehingga tidak semua area dapat dijangkau.
